Muslimediaku - Marak beredarnya berita-berita HOAX
tidak lepas dari peran generasi remaja sebagai salah satu komponen pegiat sosmed (sosial media). HOAX yang didefinisikan oleh Curtis D.
MacDougall sebagai kebohongan yang dibuat secara terencana agar seolah-olah
menjadi suatu kebenaran. Informasi hoax biasanya berisi tentang hal-hal yang
kontradiktif dengan fakta yang ada sehingga menimbulkan goncangan sosial. Berita HOAX yang berisi informasi yang belum tentu
kebenarannya jika di-share (bagikan) berkali-kali maka akan beralih
status menjadi ‘sepertinya benar’.
sumber: www.almaata.ac.id
Berpaku pada ‘mencegah
lebih baik dari pada mengobati’, maka perlu adanya tindakan preventif-solutif
bagi kaum remaja agar mampu memaksimalkan daya nalarnya sehingga bisa kritis
atau paling tidak menerima dengan kritis terhadap segala informasi yang didapat
dari dunia maya. ‘klik-baca-share’ adalah keputusan yang
sangat tergesa-gesa. Akan lebih bijak jika ‘klik-baca-diskusikan-share
atau abaikan’. ‘klik-baca-diskusikan-share
atau abaikan’ dapat dijabarkan sebagai
berikut:
1. Klik, yaitu meng-klik situs atau tautan yang
biasanya banyak tersebar di media-media social (BBM, Facebook, Tweeter dll.).
sumber: www.menyohost.com
2. Baca, yaitu remaja membaca tautan berisi tentang
suatu berita atau informasi hingga inti
dari konten tersebut didapat.
3. Diskusikan, artinya setelah berita atau informasi
tersebut selesai dibaca hendaknya para remaja menanyakan atau mendiskusikannya
dengan orang yang lebih berpengetahuan
dan berpengalaman. Dalam hal ini orang tua adalah lakon pertama yang harus
memberikan tindakan preventif-solutif.
Artinya orang tua harus kritis terhadap
berita dan informasi tersebut, apakah
ada hal yang mampu menimbulkan gejolak
sosial ketika disebarluaskan atau tidak.
Jika diperkirakan ada potongan informasi yang dapat mengusik stabilitas
sosial maka berikan argumentasi yang logis dan realistis dengan caranya
masing-masing.
sumber: www.people.rit.edu
4. Share
atau abaikan, setelah mencermati isi
berita tersebut dan sudah mempertimbangkan berbagai hal di atas maka ambillah
keputusan yang terbaik. Apakah layak untuk di-share
atau cukup diabaikan saja dan jadikan sebagai informasi pribadi saja.
sumber: www.albertadoctors.org
Dengan prosedur tindakan
tersebut, para remaja diharapkan mampu
menjadi pilar penyangga stabilitas sosial
NKRI.
Karena tidak bisa dipungkiri,
berita dan informasi pada sekarang ini sudah menjadi kebutuhan primer
bagi umat manusia. Diharapkan dengan prosedur tindakan tersebut, segala
jenis berita dan informasi akan
tersaring sehingga HOAX bisa diminimalisir keberadaannya.
Oleh: Agus Alwi Eko Arifianto
Oleh: Agus Alwi Eko Arifianto
DAPATKAN BUKU-BUKU FIQIH PESANTREN, SEJARAH, AL-QURAN, TAFSIR DAN HADITS DI SINI




No comments:
Post a Comment