Tuesday, May 15, 2018

REMAJA SEBAGAI PREVENTOR HOAX

Muslimediaku - Marak beredarnya berita-berita HOAX tidak lepas dari peran generasi remaja sebagai salah satu komponen pegiat sosmed (sosial media).  HOAX yang didefinisikan oleh Curtis D. MacDougall sebagai kebohongan yang dibuat secara terencana agar seolah-olah menjadi suatu kebenaran. Informasi hoax biasanya berisi tentang hal-hal yang kontradiktif dengan fakta yang ada sehingga menimbulkan goncangan sosial. Berita HOAX yang berisi informasi yang belum tentu kebenarannya jika di-share (bagikan) berkali-kali maka akan beralih status menjadi ‘sepertinya benar’.

sumber: www.almaata.ac.id

Berpaku pada ‘mencegah lebih baik dari pada mengobati’, maka perlu adanya tindakan preventif-solutif bagi kaum remaja agar mampu memaksimalkan daya nalarnya sehingga bisa kritis atau paling tidak menerima dengan kritis terhadap segala informasi yang didapat dari dunia maya.  ‘klik-baca-share adalah keputusan yang sangat tergesa-gesa. Akan lebih bijak jika klik-baca-diskusikan-share atau abaikan’. ‘klik-baca-diskusikan-share atau abaikan’ dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Klik,  yaitu meng-klik situs atau tautan yang biasanya banyak tersebar di media-media social (BBM, Facebook, Tweeter dll.).

sumber: www.menyohost.com

2.  Baca,  yaitu remaja membaca tautan berisi tentang suatu berita atau informasi hingga    inti dari konten tersebut didapat.

sumber: www.cdn.lynda.com

3.  Diskusikan,  artinya setelah berita atau informasi tersebut selesai dibaca hendaknya para remaja menanyakan atau mendiskusikannya dengan orang yang lebih berpengetahuan dan berpengalaman. Dalam hal ini orang tua adalah lakon pertama yang harus memberikan tindakan preventif-solutif.  Artinya orang tua harus kritis terhadap berita dan informasi tersebut,  apakah ada hal yang mampu menimbulkan gejolak sosial ketika disebarluaskan atau tidak.  Jika diperkirakan ada potongan informasi yang dapat mengusik stabilitas sosial maka berikan argumentasi yang logis dan realistis dengan caranya masing-masing.


sumber: www.people.rit.edu

4.  Share atau abaikan,  setelah mencermati isi berita tersebut dan sudah mempertimbangkan berbagai hal di atas maka ambillah keputusan yang terbaik.  Apakah layak untuk di-share atau cukup diabaikan saja dan jadikan sebagai informasi pribadi saja.

sumber: www.albertadoctors.org

Dengan prosedur tindakan tersebut,  para remaja diharapkan mampu menjadi pilar penyangga stabilitas sosial NKRI.  Karena tidak bisa dipungkiri,  berita dan informasi pada sekarang ini sudah menjadi kebutuhan primer bagi umat manusia. Diharapkan dengan prosedur tindakan tersebut, segala jenis berita dan informasi akan tersaring sehingga HOAX bisa diminimalisir keberadaannya.

Oleh: Agus Alwi Eko Arifianto


DAPATKAN BUKU-BUKU FIQIH PESANTREN, SEJARAH, AL-QURAN, TAFSIR DAN HADITS DI SINI


No comments:

Post a Comment