Tuesday, May 15, 2018

REKONSTRUKSI MORAL SISWA DENGAN BERKOMPETISI DI HARI KARTINI

Muslimediaku - Semester ganjil kemarin saya benar-benar direpotkan oleh tingkah laku peserta didik saya. Bagaimana tidak?, beberapa siswi yang saya asuh (karena saya adalah wali kelas) meng-upload foto ke medsos (media sosial) bersama pasangannya dengan gaya yang kurang etis untuk remaja sekolah seusianya. Ceritanya bermula setelah beberapa siswa dan siswi yang telah terlebih dahulu mengetahui unggahan foto itu bercerita kepada saya dan dewan guru lain perihal ketidaketisan foto-foto itu. Sehingga saya dan siswi asuhan saya harus bermediasi dengan guru bimbingan dan konseling.

sumber: www.thejakartaforum.com

Setelah kejadian tersebut saya sangat penasaran dengan koleksi foto siswi saya yang menjadi booming di sekolah. Sampai akhirnya saya mencoba melihat hasil upload-an foto siswi saya tersebut. Tetapi naas, akunnya diprivasi sehingga saya tidak bisa melihat foto-foto yang dia upload-nya. Saya dan dewan guru lain pun hanya bisa mendengar dari cerita siswa-siswi perihal isu-isu tentang foto-foto yang sama namun terjadi pada siswi lain.

Kami sebagai pendidik berusaha memutar otak bagaimana caranya agar medsos siswa-siswi kami tidak diprivasi untuk guru. Kami pun menemukan solusi yang cukup jitu pada peringatan Hari Kartini ini, yaitu dengan mengadakan kompetisi Kartini’s Day Photo Challenge. Usulan ini merupakan inisiasi dari beberapa pengurus OSIS yang memang hobi fotografi kepada guru BK, dan kami menyetujui dengan alasan selain sebagai wadah kreativitas siswa, kompetisi ini juga dapat menjadi gerbang bagi siswa-siswi yang mem-private akun sosmednya untuk tidak mem-private lagi. Sehingga dewan juri yang memang diambil dari dewan guru dapat memantau koleksi foto pada setiap siswa-siswi yang mengikuti kompetisi tersebut.

Karena penjurian dilakukan secara online, yaitu dengan melihat foto yang di-upload peserta yang berkaitan dengan Hari Kartini (setelah sebelumnya mengkonfirmasi ikut-serta), maka secara otomatis para siswa merubah status private menjadi general. Nahh dari situlah para guru yang sekaligus dewan juri bisa memantau aktivitas peserta didik di media sosial, terutama yang berkaitan dengan uploading foto.

sumber: www.kliksangatta.com

Dari hasil penjurian tersebut, selain menemukan peningkatan kreativitas para siswa, kami pun bisa menindaklanjuti terhadap foto-foto yang kurang sesuai dengan remaja usia sekolah. Kami mengadakan pengarahan dan bimbingan kepada mereka tentang etika mengunggah foto di media sosial. Begitulah pengalaman dari kami, semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca dan terutama generasi muda modern bangsa ini.

Oleh: Agus Alwi Eko Arifianto


DAPATKAN BUKU-BUKU FIQIH PESANTREN, SEJARAH, AL-QURAN, TAFSIR DAN HADITS DI SINI


No comments:

Post a Comment