Muslimediaku - Semester
ganjil kemarin saya benar-benar direpotkan oleh tingkah laku peserta didik saya.
Bagaimana tidak?, beberapa siswi yang saya asuh (karena saya adalah wali kelas)
meng-upload foto ke medsos (media sosial) bersama pasangannya dengan
gaya yang kurang etis untuk remaja sekolah seusianya. Ceritanya bermula setelah
beberapa siswa dan siswi yang telah terlebih dahulu mengetahui unggahan foto
itu bercerita kepada saya dan dewan guru lain perihal ketidaketisan foto-foto
itu. Sehingga saya dan siswi asuhan saya harus bermediasi dengan guru bimbingan
dan konseling.
sumber: www.thejakartaforum.com
Setelah
kejadian tersebut saya sangat penasaran dengan koleksi foto siswi saya yang
menjadi booming di sekolah. Sampai akhirnya saya mencoba melihat hasil upload-an
foto siswi saya tersebut. Tetapi naas, akunnya diprivasi sehingga saya tidak
bisa melihat foto-foto yang dia upload-nya. Saya dan dewan guru lain pun
hanya bisa mendengar dari cerita siswa-siswi perihal isu-isu tentang foto-foto
yang sama namun terjadi pada siswi lain.
Kami
sebagai pendidik berusaha memutar otak bagaimana caranya agar medsos
siswa-siswi kami tidak diprivasi untuk guru. Kami pun menemukan solusi yang
cukup jitu pada peringatan Hari Kartini ini, yaitu dengan mengadakan kompetisi Kartini’s
Day Photo Challenge. Usulan ini merupakan inisiasi dari beberapa pengurus
OSIS yang memang hobi fotografi kepada guru BK, dan kami menyetujui dengan
alasan selain sebagai wadah kreativitas siswa, kompetisi ini juga dapat menjadi
gerbang bagi siswa-siswi yang mem-private akun sosmednya untuk tidak mem-private
lagi. Sehingga dewan juri yang memang diambil dari dewan guru dapat memantau
koleksi foto pada setiap siswa-siswi yang mengikuti kompetisi tersebut.
Karena
penjurian dilakukan secara online, yaitu dengan melihat foto yang di-upload
peserta yang berkaitan dengan Hari Kartini (setelah sebelumnya mengkonfirmasi
ikut-serta), maka secara otomatis para siswa merubah status private
menjadi general. Nahh dari situlah para guru yang sekaligus dewan juri
bisa memantau aktivitas peserta didik di media sosial, terutama yang berkaitan
dengan uploading foto.
sumber: www.kliksangatta.com
Dari
hasil penjurian tersebut, selain menemukan peningkatan kreativitas para siswa,
kami pun bisa menindaklanjuti terhadap foto-foto yang kurang sesuai dengan
remaja usia sekolah. Kami mengadakan pengarahan dan bimbingan kepada mereka
tentang etika mengunggah foto di media sosial. Begitulah pengalaman dari kami,
semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca dan terutama generasi muda modern
bangsa ini.
Oleh: Agus Alwi Eko Arifianto
DAPATKAN BUKU-BUKU FIQIH PESANTREN, SEJARAH, AL-QURAN, TAFSIR DAN HADITS DI SINI

No comments:
Post a Comment