Muslimediaku - Beberapa hari lalu
saya berbincang-bincang ringan dengan rekan kerja di Institusi saya mengabdi.
Dari sekian banyak pembahasan yang kami lontarkan, ada satu hal yang sangat
menarik untuk saya bagikan. Iya, keluarga adalah tema yang selalu menarik untuk
dibahas. Keharmonisan dalam keluarga menjadi impian setiap orang. Namun mereka
mempunyai cara yang berbeda untuk memupuk keharmonisan keluarganya. Apalagi
jika sudah dihadapkan dengan kesibukan kerja, yang mungkin saja sebagian dari
kita ada yang berangkat petang-pulang petang. Maka intensitas pertemuan dengan
anak pun menjadi sangat kurang. Bahkan mungkin tidak menjumpai bangunnya anak, karena
‘berangkat mereka masih tidur’ dan ‘pulang mereka sudah tidur’.
sumber: www.kemenpora.go.id
Nahh, dalam artikel
kali ini saya akan berbagi pengalaman yang saya dapatkan dari rekan senior saya.
Beliau seorang pekerja keras dan rajin, sehingga dapat dilabeli sebagi ‘orang
yang tidak mengetahui matinya lampu rumah’. Mengapa demikian?. Karena
hampir setiap hari beliau berangkat sangat pagi (lampu masih menyala) dan
pulang sangat sore (lampu sudah menyala). Sibuk bukan?. Namun meskipun
demikian, saya amati dari perbincangan dengannya dan dari kesehariannya,
terutama dalam keluarga, keadaan keluarganya selalu harmonis dan tidak ada
masalah yang berarti. Hingga akhirnya beliau menceritakan semua rahasia-rahasi
perihal bagaimana menjaga keharmonisan keluarga di dalam tuntutan kesibukan pekerjaan.
Mengajak anak
bangun sebelum fajar.
Selain dapat
menjadikan tubuh sehat dan menstabilkan pikiran, ternyata bangun sebelum fajar
dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga keharmonisan keluarga. Kurangnya
intensitas pertemuan dengan anak dapat digantikan dengan membangunkan mereka
sebelum fajar dan mengajak solat berjamaah. Selain dapat meningkatkan
intensitas komunikasi dengan anak hal ini juga dapat menjadi wahana latihan
bagi mereka untuk selalu bangun pagi.
Mengajak mereka
jalan pagi setelah fajar.
Kurangnya
intensitas pertemuan dan komunikasi dengan anak juga dapat dikurangi dengan
mengajak mereka berjalan-jalan setelah fajar, tepatnya setelah solat subuh.
Mudah sekali, ajak istri dan anak-anak untuk berjalan-jalan di komplek
perumahan sambil bercanda-canda ringan, maka suasana pun akan membaur dan lebih
akrab.
Demikian sedikit
pengalaman yang dapat saya bagikan, semoga dapat menjadi referensi bagi kita
semua sehingga impian kita untuk menciptakan keluarga yang harmonis pun dapat
tercapai dan selalu terjaga.
Oleh: Agus Alwi Eko Arifianto
DAPATKAN BUKU-BUKU FIQIH PESANTREN, SEJARAH, AL-QURAN, TAFSIR DAN HADITS DI SINI
No comments:
Post a Comment