Tuesday, May 15, 2018

JALAN PAGI, MENJAGA KEDEKATAN BAGI KELUARGA SIBUK

Muslimediaku - Beberapa hari lalu saya berbincang-bincang ringan dengan rekan kerja di Institusi saya mengabdi. Dari sekian banyak pembahasan yang kami lontarkan, ada satu hal yang sangat menarik untuk saya bagikan. Iya, keluarga adalah tema yang selalu menarik untuk dibahas. Keharmonisan dalam keluarga menjadi impian setiap orang. Namun mereka mempunyai cara yang berbeda untuk memupuk keharmonisan keluarganya. Apalagi jika sudah dihadapkan dengan kesibukan kerja, yang mungkin saja sebagian dari kita ada yang berangkat petang-pulang petang. Maka intensitas pertemuan dengan anak pun menjadi sangat kurang. Bahkan mungkin tidak menjumpai bangunnya anak, karena ‘berangkat mereka masih tidur’ dan ‘pulang mereka sudah tidur’.

sumber: www.kemenpora.go.id

Nahh, dalam artikel kali ini saya akan berbagi pengalaman yang saya dapatkan dari rekan senior saya. Beliau seorang pekerja keras dan rajin, sehingga dapat dilabeli sebagi ‘orang yang tidak mengetahui matinya lampu rumah’. Mengapa demikian?. Karena hampir setiap hari beliau berangkat sangat pagi (lampu masih menyala) dan pulang sangat sore (lampu sudah menyala). Sibuk bukan?. Namun meskipun demikian, saya amati dari perbincangan dengannya dan dari kesehariannya, terutama dalam keluarga, keadaan keluarganya selalu harmonis dan tidak ada masalah yang berarti. Hingga akhirnya beliau menceritakan semua rahasia-rahasi perihal bagaimana menjaga keharmonisan keluarga di dalam tuntutan kesibukan pekerjaan.

Mengajak anak bangun sebelum fajar.
Selain dapat menjadikan tubuh sehat dan menstabilkan pikiran, ternyata bangun sebelum fajar dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga keharmonisan keluarga. Kurangnya intensitas pertemuan dengan anak dapat digantikan dengan membangunkan mereka sebelum fajar dan mengajak solat berjamaah. Selain dapat meningkatkan intensitas komunikasi dengan anak hal ini juga dapat menjadi wahana latihan bagi mereka untuk selalu bangun pagi.

Mengajak mereka jalan pagi setelah fajar.
Kurangnya intensitas pertemuan dan komunikasi dengan anak juga dapat dikurangi dengan mengajak mereka berjalan-jalan setelah fajar, tepatnya setelah solat subuh. Mudah sekali, ajak istri dan anak-anak untuk berjalan-jalan di komplek perumahan sambil bercanda-canda ringan, maka suasana pun akan membaur dan lebih akrab.

Demikian sedikit pengalaman yang dapat saya bagikan, semoga dapat menjadi referensi bagi kita semua sehingga impian kita untuk menciptakan keluarga yang harmonis pun dapat tercapai dan selalu terjaga.

Oleh: Agus Alwi Eko Arifianto


DAPATKAN BUKU-BUKU FIQIH PESANTREN, SEJARAH, AL-QURAN, TAFSIR DAN HADITS DI SINI


No comments:

Post a Comment