Tuesday, May 29, 2018

KUALITAS HADIS RAMADHAN

Muslimediaku - Puasa adalah aktivitas mulia yang dikerjakan oleh hampir setiap muslim pada bulan-bulan mulia seperti bulan Ramadhan. Sebab itu, banyak hadis yang menerangkan tentang faidah-faidah puasa, di antaranya hadis tentang pembagian puasa dalam tiga sesi selama bulan Ramadhan. Pertama, 10 hari pertama di bulan Ramadhan adalah rahmat (kasih sayang). Menurut hadis ini, pada 10 hari itu banyak sekali rahmat yang diturunkan Allah untuk kita. Oleh karena itu, sebaiknya di 10 hari pertama ini kita banyak berdoa dan beribadah kepada Allah, agar setiap hari kita mendapat rahmat dari Allah. Kedua, 10 hari kedua di bulan Ramadhan adalah maghfiroh (ampunan). Pada 10 hari kedua banyak sekali dosa yang diampunkan bila kita bertaubat. Pada 10 hari kedua ini, menurut hadis ini, sebaiknya kita memperbanyak shalat malam, berdoa dan berdzikir, serta meminta ampun kepada Allah agar semua dosa yang pernah kita perbuat diampuni. Ketiga, 10 hari terakhir di bulan Ramadhan adalah ‘itqun min al-nar (penghindaran dari siksa api neraka). Pada 10 hari terakhir inilah kesempatan kita untuk mensucikan diri dan memperbanyak doa agar kita senantiasa dihindarkan dari api neraka. Bahkan dikatakan, pada 10 hari terakhir ini terdapat lailatul qadar turun, sehingga mendekatkan diri kepada Allah merupakan jalan terbaik untuk mendapat keistimewaan lailatul qadar tersebut.

Turkish Homes
Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Addi dalam al-Kamil fi al-Dhuafa’, bahwa Rasulullah saw. berkhutbah di akhir bulan Sya’ban atau awal bulan Ramadhan yang isinya: “Wahai manusia, bulan yang agung telah mendatangi kalian. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Allah menjadikan puasa di siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai ibadah sunnah. Barangsiapa pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan satu kebaikan, maka seolah-seolah ia mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa mengerjakan satu perbuatan wajib, maka ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, sedangkan kesabaran itu balasannya adalah surga. Ramadhan juga bulan tolong menolong. Di dalamnya rizki seorang mukmin ditambah. Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberikan hidangan berbuka kepada seorang yang berpuasa, maka dosa-dosanya akan diampuni, diselamatkan dari api neraka, dan memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun. Kemudian sahabat bertanya, wahai Rasulullah, tidakkah dari kita memiliki makanan untuk diberikan kepada orang yang berpuasa? Rasulullah saw. menjawab, Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan hidangan berbuka berupa sebutir kurma, atau seteguk air, atau sedikit susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, petengahannya maghfirah, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”

Turkey Tours

Dikatakan oleh Abu Hatim al-Razi dalam al-‘Ilal, juga al-Albani dalam Silsilah al-Dha’ifah, bahwa hadis ini munkar, karena matan hadis ini bertentangan dengan riwayat-riwayat lain yang shahih, yang menyatakan bahwa di seluruh waktu di bulan Ramadhan terdapat rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka, tidak hanya sepertiganya. Di antara hadis shahih yang menyatakan hal tersebut adalah hadis riwayat Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760, yang isinya: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Dalam hadis ini disebutkan bahwa ampunan Allah tidak dibatasi hanya pada pertengahan Ramadhan saja. Didukung oleh hadis lain riwayat Ahmad, yang isinya: “Sesungguhnya di setiap hari dan malam bulan Ramadhan dari Allah ada pembebasan dari api neraka. Bagi setiap muslim ada doa yang jika ia berdoa dengannya akan diijabah.” Al-Haitsami menilai semua periwayat hadis ini tsiqah. Dengan demikian, jelaslah bahwa di seluruh waktu bulan Ramadhan terdapat kasih sayang, ampunan, dan kesempatan bagi seorang mukmin untuk terbebas dari api neraka. Wallahua’lam.

Oleh: Achmad Azis Abidin, S.Th.I., M.Ag.


DAPATKAN BUKU-BUKU FIQIH PESANTREN, SEJARAH, AL-QURAN, TAFSIR DAN HADITS DI SINI

No comments:

Post a Comment