Muslimediaku - Ketika memasuki bulan Agustus, maka yang berada dalam
benak adalah perlombaan dan karnaval. Begitu bukan?. Acara tahunan ini agaknya
tidak meredupkan semangat masyarakat untuk selalu berturut serta. Bahkan semakin
bertambah usia kemerdekaan NKRI, semakin ramai pula acara yang diadakan oleh
masyarakat yang juga dimotori oleh pemerintah. Seperti di kota Semarang
misalnya. Pemerintah kota memberikan sejumlah doorprize bagi para
peserta karnaval peringatan HUT RI yang akan dilaksanakan menjelang tanggal 17
nanti. Meskipun hadiahnya tidak terlalu besar, namun cukup menyulut minat
masyarakat untuk ikut serta meramaikan acara tahunan tersebut.
sumber: www.lenteraswaralampung.com
Nahhh.. membicarakan peringatah HUT RI tidak kalah
pentingnya kita menggali makna edukasi dalam perlombaan-perlombaan yang selalu
diadakan. Makna tersebut di antaranya:
sumber: www.oediku.files.wordpress.com
Mempererat persaudaraan
Acara perlombaan yang melibatkan sebagian besar komponen
masyarakat, menjadi satu event penting untuk mempererat tali persaudaraan.
Perlombaan yang diadakan baik untuk tingkat balita, remaja maupun dewasa menjadikan
seluruh warga tumpah ruah. Dalam event tersebut ada satu makna yang
sangat urgent untuk selalu diingat, yaitu meningkatnya solidaritas. Hal
itu disebabkan karena di antara kita bisa lebih terbuka dalam satu kegembiraan
bersama, yaitu bahagia karena anugerah kemerdekaan ini.
sumber: www.tribunnews.com
Meningkatkan jiwa gotong-royong
Ketika kita berjalan-jalan, melewati gang dan perumahan
maka kita akan diperlihatkan pemandangan bendera aneka warna dan gapura-gapura
yang terhias apik. Tanpa kita harus berpikir panjang kita sudah tahu
bahwa pemandangan tersebut merupakan karya masyarakat dalam rangka memperingati
HUT RI. Mungkinkah itu dikerjakan sendirian?. It’s impossible.
Kesemuanya merupakan hasil gotong-royong seluruh anggota masyarakat yang
dikoordinasikan oleh pejabat-pejabat desa. Bulan Agustus ini menjadi satu wadah
dalam meningkatkan jiwa gotong-royong masyarakat.
sumber: www.kalbaronline.com
Memupuk sportivitas
Di sekolah tempat saya mengabdi kebetulan mempersiapkan
beberapa agenda lomba untuk para siswa. Di perumahan tempat saya berdomisili
juga menggalakkan beberapa lomba untuk anak-anak dan orang dewasa. Kedua tempat
yang saya singgahi tersebut mengusung satu tema penting yaitu “sportivitas”.
Satu kata yang belakangan mulai terlupakan di bumi pertiwi ini. Nahh... dengan
diadakannya perlombaan-perlombaan ini kita mengingatkan kembali bahwa ada satu
kata warisan nenek moyang kita yang menjadi jargon kejayaan NKRI di masa lalu
yaitu “sportivitas”. Semoga bulan kemerdekaan ini mampu menumbuhkan lagi jiwa “sportivitas”
dalam segala hal. Sehingga kejayaan NKRI bukan hanya menjadi harmonisasi masa
lalu.
sumber: www.quantumbioenergi.com
Mensyukuri nikmat tuhan yang maha esa
Serentetan acara yang diadakan dalam rangka memperingati
HUT RI bukanlah tanpa alasan. Seperti di Semarang misalnya, pada malam 17 mulai
dari tingkat RT, RW hingga kelurahan mengadakan “malam tirakatan” yang
berisi ungkapan syukur dan panjatan doa kepada tuhan YME. Acara tersebut
diikuti oleh seluruh komponen masyarakat tanpa memandang suku, ras dan agama.
Semuanya berkumpul dalam satu bingkai “berdiri sama tinggi dan duduk sama
rendah”. Tidak ada pejabat maupun konglomerat. Semua membaur menjadi satu
mensyukuri satu karunia yang luar biasa yaitu kemerdekaan NKRI.
Empat kandungan edukasi dalam peringatan HUT RI tersebut
semoga meningkatkan wawasan kita bahwa bulan Agustus bukanlah bulan seremonial
belaka. Namun jauh dibalik itu banyak hal-hal yang bermanfaat baik untuk
hubungan horisontal (sesama manusia) maupun hubungan vertikal (dengan tuhan).
Oleh: Agus Alwi Eko Arifianto, Praktisi Pendidikan
DAPATKAN BUKU-BUKU FIQIH PESANTREN, SEJARAH, AL-QURAN, TAFSIR DAN HADITS DI SINI



No comments:
Post a Comment